Mengenal Hipnoterapi:
Menurut Kapplan, Saddock, dan Grebb dalam buku “Sinopsis Psikiatri Jilid II” hal 383
tentang Psikoterapi, Hipnoterapi merupakan salah satu bentuk Psikoterapi, disamping:
> Psikoanalisis dan Psikoterapi Psikoanalitik
> Psikoterapi Singkat dan Intervensi Krisis
> Psikoterapi Individual dan Kelompok
> Terapi Marital dan Keluarga
> Terapi Biofeedback
> Terapi perilaku
> Dan Terapi Kognitif
Masyarakat selama ini cenderung menganggap hipnosis / hypnosis /
hypnotherapy / hipnoterapi sebagai hal yang irasional, bahkan sebagai
sesuatu yang magis dan berunsur mistis.
Padahal, hypnosis sebenarnya merupakan fenomena rasional dan ilmiah
dan alamiah, suatu hal yang tidak perlu dianggap berhubungan dengan
dunia ghaib, supranatural, atau bertentangan dengan akal sehat. Jadi
hypnosis bukanlah sulap maupun sihir.
Hypnosis berasal dari kata “hypnos” yang berarti tidur dalam bahasa
Yunani, sedangkan “therapy” berasal dari kata “theurapeutic” yang
berarti penyembuhan.
Hypnotherapy merupakan salah satu cabang hypnosis yang dimanfaatkan untuk kepentingan penyembuhan (curative hypnosis).
Hypnotheraphy sudah ada sejak lama, namun hypnotherapy modern pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Franz Anton Mesmer (1734-1815).
Dokter asal Austria itu yang memperkenalkan mesmerisme atau metode
penggunaan energi elektromagnetik manusia yang bisa ditransfer kepada
orang lain atau untuk diri sendiri. Dari namanya, muncul istilah
mesmeric sleep atau somnambulism, keadaan seseorang dibuat tertidur
tetapi tetap bisa diajak bicara, yang menjadi cikal bakal hypnosis.
Konsep dan langkah Mesmer disempurnakan oleh Dr. James Braid, dokter bedah asal Skotlandia, pada 1843. Dia juga yang mempopulerkan istilah hypnosis / hipnosis / hipnotisme.
Dr. James Braid mengembangkan temuan Mesmer dengan membaginya menjadi
dua cabang: magnetisme dan hipnotisme. Braid menggunakan sugesti verbal
untuk terapi penyembuhan.
Pada tahun 1955:
The British Medical Association mengakui hypnosis sebagai salah satu terapi medis yang sah.
Pada tahun 1958:
Hypnosis diakui oleh The American Medical Association.
Pada tahun 1960:
The American Psychological Association mengakui hypnotherapy sebagai salah satu cabang ilmu psikologi.
Hypnotherapy merupakan salah satu bentuk psikoterapi dalam dunia
psikiatri. Namun demikian, hypnotherapy juga bisa digunakan pada pasien
nonpsikiatrik.
Hypnotherapy dapat digabungkan dengan jenis pengobatan lainnya (medis
maupun alternatif). Hypnotherapy banyak digunakan oleh psikiater,
dokter, psikolog, maupun paramedis.
Seorang Hypnotherapist / hipnoterapis adalah orang yang tidak
mempunyai latar belakang medis, tetapi sengaja memperdalam ilmu
(science), pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skill) dan serta seni
(art) yang terdapat di dalam hypnotherapy / hipnoterapi.
Hipnoterapi Menurut Konsil Kedokteran Indonesia:
Hipnoterapi adalah suatu bentuk terapi dengan memberdayakan tenaga
pikiran bawah sadar, dengan terlebih dulu mengistirahatkan pikiran sadar
klien.
Dokter, menggunakan hipnoterapi berdasarkan Standar
Kompetensi Dokter dari Konsil Kedokteran Indonesia (Indonesian Medical
Council) dalam rangka terapi kedokteran sebagai salah satu layanan
Hipnosis Kedokteran, yaitu Hipnosis Kedokteran Kuratif (Early diagnosis
and promt traetment); disamping Hipnosis Kedokteran Promotif (Health
promotion), Hipnosis Kedokteran Preventif (Prevention of Diseases) serta
Hipnosis Kedokteran Habilitatif (Habilitative Medical Hypnosis) untuk
kasus retardasi dan Hipnosis Kedokteran Rehabilitatif (Rehabilitative
Medical Hypnosis) untuk kasus regresi.
Paramedik, menggunakan hipnoterapi dibawah pengawasan dokter.
Psikiater, menggunakan hipnoterapi sebagai salah
satu bentuk dari Psikoterapi, disamping Somaterapi (farmakoterapi dan
fisioterapi seperti ECT / listrik. light therapy / sinar) dan
Sosioterapi (WHO: bio-psiko-sosial), dengan Tingkat Kemapuan (Level of
Expected Ability) 1 – 4 (knows – does).
Psikolog, menggunakan hipnoterapi sebagai salah satu
bentuk Psikoterapi, dalam rangka Hipnosis Klinik Kuratif, disamping
Hipnosis Klinik Promotif, Hipnosis Klinik Preventif, Hipnosis Klinik
Habilitatif dan Hipnosis Klinik Rehabilitatif. Juga, penggunaan hipnosis
untuk bidang psikologi lainnya, seperti pendidikan, penelitian,
manajemen, peningkatan sumber daya manusia, dsb.
Hipnoterapis, adalah seseorang yang khusus
mempelajari hipnoterapi, menggunakan hipnoterapi sebagai satu-satunya
bentuk terapi; sehingga disamping menguasai ilmu pengetahuan dan seni
ketrampilannya (knowledge and skills, science and art, teori dan
praktek), juga perlu mengetahui benar, tujuh hal berikut ini:
1. Alasan penggunaaan hipnoterapi (Indications)
2. Pencegahan penggunaan hipnoterapi untuk kasus tertentu (Precautions)
3. Pantangan penggunaan hipnoterapi (Contra Indications)
4. Efek Samping yang dapat timbul pada hipnoterapi (Side Effects)
5. Penanggulangan efek samping dari hipnoterapi (Side Effects Management)
6. Bahaya yang mungkin timbul pada penggunaan hipnoterapi (Dangers of hypnotherapy)
7. Aspek Hukum dan Etika dari hipnoterapi (Legal and ethical aspects of hypnotherapy)
Saat ini banyak orang yang belum mengenal hypnotherapy secara benar
sehingga enggan menjalani hypnotherapy. Masih banyak miskonsepsi
terhadap hypnotherapy / hipnoterapi.
Hal ini dikarenakan masyarakat menganggap hypnotherapy sama dengan
stage hypnosis yaitu penggunaan hypnosis untuk hiburan / entertainment,
padahal hypnotherapy dan hypnosis untuk hiburan adalah dua hal yang
sangat berbeda.
Hypnosis secara perlahan telah menunjukkan keberadaannya seiring dengan semakin meningkatnya penerimaan pada dunia medis.
Hypnosis banyak digunakan dibidang seperti pengobatan dan olahraga
untuk mengubah mekanisme otak manusia dalam menginterprestasikan
pengalaman dan menghasilkan perubahan pada persepsi dan tingkah laku.
Aplikasi hypnosis untuk tujuan perbaikan (therapeutic) dikenal sebagai hypnotherapy.
Hipnotherapi telah terbukti memiliki beragam kegunaan untuk
mengatasi berbagai permasalahan yang berkenaan dengan emosi dan
perilaku. Bahkan beberapa kasus medis serius seperti kanker dan serangan
jantung, hipnotherapi mempercepat pemulihan kondisi seorang penderita.
Hal ini sangat dimungkinkan karena hipnotherapi diarahkan untuk
meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memprogram ulang penyikapan
individu terhadap penyakit yang dideritanya.
Hypnosis sangat berguna dalam mengatasi beragam kasus berkenaan
dengan kecemasan, ketegangan, depresi, phobia dan dapat membantu untuk
menghilangkan kebiasaan buruk seperti ketergantungan pada rokok, alkohol
dan obat-obatan.
Dengan memberi sugesti, seseorang terapis dapat membangun berbagai
kondisi emosional positif berkenaan dengan menjadi seorang bukan perokok
dan penolakan terhadap rasa ataupun aroma rokok.
Achmad Ridwan Soedirjo, SH,CHT,CI,LAPHP.
Telepon selular / SMS: 0878 1656 7888
BBM : 2973B8A0
Email / Yahoo Messenger: achmad_ridwan@yahoo.com
Twitter: @achmadridwan
Alamat praktek dan training (dengan perjanjian)
Jalan Gunung Rahayu 1 Kav. B 1 – Bandung – Jawa Barat
Izin Praktek: No: 445/3039-Dinkes/30-STPT-Battra/IV/08